TENANG BERSAMA ALLAH

Berita Kultum

Stramed, Tsiqoh adalah buah dari tawakkal kepada Allah ,dan tsiqoh bagi seorang prajurit adalah tenanganya ia bergerak dan berjuang bersama pemimpinnya karena ia yakin bahwa pemimpinnya tidak akan mencelakakannya  .

Pengarang al Manazil berkata “ الثقة سواد عين التوكل ونقطة دئرة التفويض وسويداء قلب التسليم  “ Tsiqoh adalah biji hitam mata tawakkal ,titik sentral daerah tafwidh dan pusat hatinya kepasrahan .

Tsiqoh kepada Allah itu seperti bayi yang dilempar oleh ibunya keatas namun ia tetap tertawa ,karena ia yakin sang ibu pasti akan mendekapnya dan tidak membiarkan ia jatuh terpelanting .

Lihatlah bagaimana Allah menguji Ibu nabi Musa ,ketika ia takut anaknya akan di bunuh oleh firaun , Allah berfirman kepadanya

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

“ Apabila kamu kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah ia ke sungai ( Nil ) .Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah kamu bersedih hati ,sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu dan akan menjadikan sebagai salah seorang dari para rasul ( al-Qashas 28:7 )

Siapapun ibu pasti tidak akan tega melempar anak yang merupakan buah hatinya ke sungai , kalau bukan karena tenang dengan perintah Allah ,maka niscaya Ibu Musa tidak akan melakukannya , namun benar saja Allah mengembalikannya , ketika pihak Istana Firaun mencari ibu susu untuk bayi Musa , maka Musa tidak mau mengisap puting kecuali payudara ibu kandungnya

Contoh tsiqoh lainnya adalah ketika Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya Hajar  dan bayinya  disebuah padang pasir yang tidak ada tumbuhan tumbuhannya ,namun ketika ia mendengar dari Ibrahim bahwa Allah yang memerintahkan maka ia pun mencoba untuk menenangkan perasaannya .

Begitu juga dengan Ibrahim yang diperintahkan untuk menyemblih anaknya Ismail ,walau berat ia rasakan ,tetap ia lakukan dan ia tsiqoh bahwa apa yang Allah perintahkan pasti menyimpan jutaan hikmah didalamnya , dan ketika hampir saja mata pisau itu menyentuh leher Ismail ,maka Allah ganti dengan sembelihan yang besar , ternyata hanya Allah ingin menguji sejauh mana kecintaan Ibrahim kepadaNya dan itulah yang disebut dengan tsiqoh .

Karenanya tsiqohlah dengan semua perintah dan larangan Allah walau kita belum bisa memahaminya ,karena semua perintahnya pasti menghasilkan manfaat dan larangannya berbuah mafsadah.

Ustd. Faisal Kunhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *